Komite Kordinasi Lokal (LCC) di Suriah melaporkan jumlah para syuhada yang syahid karena senjata kimia meningkat mencapai 1.270 orang sejauh ini, termasuk anak-anak dan perempuan. LCC melaporkan 400 orang syahid di Zamalka, 300 di Hamourih 60 di Douma, 150 di Kafr Batna, 75 di Ain Turma, 105 di Mouadamiyeh dan Daraa, 69 di Saqba, 63 di Erbeen, 16 di Jasreen, 5 di Harasta.
Di timur Ghouta juga tercatat 103 syahid di Moudamieh Syam, 7 syahid di Daraya. Lebih dari 1000 yang syahid dilaporkan di Zamalka, akan tetapi 600 syahid telah dipindahkan ke titik medis di kota sekitar, di samping lebih dari 3000 orang terluka, mereka dalam kondisi kritis akibat kurangnya staf medis dan perelengkapan medis.
Sebelumnya beberapa media melaporkan, sekurang-kurangnya 85 syahid dalam pembantaian di kota timur Al-Ghouta akibat persenjataan kimia, termasuk anak-anak dan perempuan, Rabu, 21/08/2013. Korban terus meningkat di berbagai daerah hingga menembus angka 1.270 orang. Selain itu ratusan orang luka-luka dan perlu dicatat jumlah para syuhada meningkat karena kekurangan staf medis dan obat-obatan.
Komite juga mendokumentasikan 89 syahid karena penembakan dengan senjata konvensional, termasuk 13 wanita, 12 anak-anak, 3 orang di bawah penyiksaan, 35 orang di Damaskus dan sekitarnya, 19 di Idlib, 13 di Hama, 11 di Aleppo, 16 di Deir Ezzor, 4 di Homs, 1 orang di Daraa. Jumlah korban keseluhuran setelah dibantai rezim Assad mencapai 1341 syahid di Suriah.
Sekitar pukul 03.00 dini hari, pasukan rezim menembakkan roket dengan ujungnya mengandung bahan kimia di Zamallaka dan daerah Al-Zainia di Ein Turma. Distrik Jobar ikut terpengaruh oleh gas kimia tersebut yang terbawa angin, menyebabkan kesyahidan puluhan kaum Muslim.
Hingga kini, laporan utama dari rumah sakit darurat di Arbeen, di mana korban dibawa, melaporkan korban hingga 41 syahid, termasuk di dalamnya 22 orang anak-anak, 11 wanita dan 8 laki-laki. Lima syuhada lainnya di bawa ke Douma, 40 syuhada didokumentasikan oleh video di Saqba, sekurang-kurangnya 20 syahid di Ein Turma itu sendiri.
Kebanyakan para aktivis melaporkan bahwa jumlah korban lebih dari 100 orang hingga sekarang. Banyak para syuhada yang tewas tersebut adalah anak-anak, terlihat di beberapa video yang kondisinya mencekik hingga mati.
Pencatatan jumlah korban yang tewas sangat sulit dilaporkan sekarang, karena ada hingga 80 warga sipil dalam kondisi kritis menurut pihak kedokteran di Arabeen saja, tidak disebutkan semua daerah lainnnya di mana pasien yang mengalami senjata kimia dibawa. Pasien dibawa ke beberapa daerah untuk pengobatan termasuk Arbeen, Saqba, dan Douma.
Gejala yang dialami pasien diantaranya mual, halusinasi, sesak napas, batuk keras, tekanan darah tinggi, kejang, dll. Namun, belum ada laporan jenis senjata kimia atau gas beracun yang digunakan oleh pasukan rezim yang telah menargetkan warga sipil tak berdosa tersebut.
Keluarga yang melarikan dari daerah yang ditargetkan ke Saqba dan beberapa daerah lain di dekatnya seperti dilaporkan para aktivis di sana karena merka benar-benar merasakan keadaaan yang sangat mengerikan. Para aktivis juga melaporkan kekurangan Atropin yang biasa digunakan untuk mengobati warga sipil selama serangan kimia oleh rezim, tabung oksigen juga tidak tersedia. Paramedis hanya menggunakan cuka ke mulut dan hidung untuk mencuci tubuh korban dengan air.
Demikianlah kondisi bumi Syam hari ini. Umat Islam adalah umat yang satu, ia bagaikan satu tubuh. Bagaimana jika anda adalah salah seorang yang tinggal di bumi Syam tersebut? Sungguh, hari ini bumi Syam meronta-ronta dalam penderitaan, lalu akankah kita di sini berhura-hura dalam kemaksiyatan dan sema sekali tidak peduli? Syam terus dibantai rezim karena kemenangan Islam semakin dekat di bumi Syam, di mana warga hanya menginginkan Islam, bukan demokrasi.
Sudah saatnya, umat bangkit dari tidurnya yang panjang untuk bersegera menegakkan kembali Khilafah yang akan menjadi perisai umat. Umat benar-benar membutuhkan Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan kaum Muslim seluruh dunia. Inilah saatnya enyahkan segala bentuk ide-ide dan sistem warisan penjajah yang telah membelenggu umat. Inilah saatnya umat bersungguh-sungguh untuk mewujudkan apa yang diinginkan kaum Muslim Syam, "Al-Ummah turiid Khilafah Islamiyyah".
Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah Saw bersabda:
إِنِّي رَأَيْتُ عَمُودَ الْكِتَابِ انْتُزِعَ مِنْ تَحْتِ وِسَادَتِي، فَأَتْبَعْتُهُ بَصَرِي، فَإِذَا هُوَ نُورٌ سَاطِعٌ حَتَّى ظَنَنْتُ أَنَّهُ مَذْهُوبٌ بِهِ إِلَى الشَّامِ، وَإِنِّي أَوَّلْتُ أَنَّ الْفِتَنَ إِذَا وَقَعَتْ أَنَّ الإِيمَانَ بِالشَّامِ
“Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku. Aku mengikutinya dengan pandanganku. Ternyata, ia adalah cahaya sangat terang, hingga aku yakin bahwa cahaya itu membawa pandanganku ke Syam. Dan aku menafsirkan dari apa yang aku lihat dalam mimpi itu, bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.” (Hadits ini dishahihkan oleh al-Albani). [m/fatih/lcc/tahrir.syria/syabab.com]
Posted by , Published at 12.28